This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 09 Desember 2016

Keraslah pada dirimu sendiri, dan bersikap lemah lembutlah pada seluruh makhluk!!!


Wahai kaum agamawan,
Kau yang disebut aktifis pengajian,
Kau yang disebut Ahli Tafsir
Kau yang disebut Ahli Fiqih
Kau yang disebut Kyai
Kau yang disebut Ulama
Kau yang disebut Ustadz/Ustadzah
Kau yang disebut Profesor Filsafat
Kau yang disebut Guru dan Akademisi
Kau yang disebut Pemimpin
Kau yang disebut Jenderal
Kau yang disebut Panglima
Kau yang disebut Orang Islam
Kau yang disebut Orang beriman
Kau yang disebut orang dermawan
Kau yang disebut para pewaris Nabi
Sudah cukupkah bagimu sejarah memberimu predikat-predikat itu?
Sudahkah kau capai puncak tertinggi eksistensimu?
Berapa banyak jasa yang kau ukir sepanjang hidupmu?
Untuk-mu atau untuk-Nya?
Kalau itu untuk-Nya kenapa kau ingat-ingat dan kau tulis?
Kalau itu untuk mu, apa tidak keliru? kenapa Tuhan kau singkirkan?
Kau hebat, karena Dia menutup aibmu
Kau pandai, karena Dia menutup kebodohanmu
Kau pandai, karena kau dipinjami-Nya pengetahuan-Nya
Kau Berkuasa, karena kau dipinjami-Nya Kekuasaan-Nya
Kau Kaya, karena kau dipinjami-Nya Kekayaan-Nya
Kau Tampan dan Cantik, karena diciprati Keindahan-Nya
Kau beriman karena Dia merahmatimu, Rahman dan Rahiim-Nya meliputimu
Kau ada, karena dipinjami eksistensi dari Eksistensi-Nya
Kau bebas berkehendak, karena dipinjami kehendak-Nya dalam kualitas-kualitas tertentu,
Kau tampak, karena dipinjami rupa dari Wujud-Nya
Lalu apa sebenarnya jasa-mu? Eksistensi-mu saja sebenarnya adalah ketiadaan
Apa masih layak dan pantas kau membanggakan dirimu? Apa hakmu?
Karena yang memiliki Hak adalah Dia, bukan dirimu
Dia merahmati-mu bukan karena ibadahmu, tak ada kewajiban Dia padamu
Dia merahmati-mu karena itu kehendak-Nya. Dia sedang meramaikan bazar cinta
Tidak ada manusia sakti,
Tidak ada benda keramat,
Yang membuat laut terbelah bukan keramatnya tongkat Musa
Yang membuat laut terbelah bukan kesaktian Musa
Tapi Allah, Zat Maha Benar Yang Maha Berkehendak...lah yang membuat laut terbelah
Ber-fastabiqul khairat-lah, berlomba-lomba-lah dalam kebaikan dan kebenaran
Semoga Allah me-Rahmatimu, dan menjadikanmu sebagai tanda kehadiran-Nya
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang terluka, kau mengobatinya
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang lupa, kau mengingatkannya
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang buta, kau membimbingnya menemukan jalan
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang lemah, kau menguatkannya, kau menegakkannya
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang teraniaya, kau membelanya
Engkau hanya tanda kehadiran, yang hadir adalah DIA, bukan dirimu

Ber-fastabiqul khairat-lah, berlomba-lomba-lah dalam kebaikan dan kebenaran
Semoga Allah me-Rahmatimu, dan menjadikanmu sebagai tanda kehadiran-Nya
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang kelaparan, kau hadir memberinya makanan
... tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang kehausan, kau hadir memberi minum dan kesegaran
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang kedinginan, kau hadir memberi api kehangatan
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang belingsatan kepananasan, kau hadir memberi kesejukan
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang memohon pertolongan-Nya, kau menolongnya
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada pertikaian, kau hadir melerai dan mendamaikannya
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada yang ketakutan, kau hadir melindunginya, kau merengkuhnya
....tanda kehadiran-Nya, ketika ada kekerasan, kau hadir dengan membawa kelemahlembutan
....tanda kehadiran-Nya, ketika merebak kegelapan kepalsuan, kau hadir membawa cahaya kesejatian
....tanda kehadiran-Nya, ketika merebak kebencian, kau hadir membawa cinta dan kasih sayang
....tanda kehadiran-Nya, ketika merebak permusuhan, kau hadir membawa semangat persaudaraan
...tanda kehadiran-Nya, ketika banyak tertimpa kesempitan, kau membawa ruang dan keluasan
...tanda kehadiran-Nya, ketika semua terjebak kebuntuan, kau hadir menjebol pintu jalan keluar
Lalu siapakah kita ini? Siapakah manusia? Siapakah anak cucu Adam? engkau diciptakan untuk siapa? Untuk dirimu atau untuk diri-Nya?
Wahai manusia, benar engkau adalah tanda kehadiran-Nya, tak ada makhluk yang sempurna sesempurna dirimu dalam menjadi tanda kehadiran-Nya, kau bukan sembarang tanda


Kini hisablah dirimu sendiri sebelum Dia menghisabmu
Karena hakikat dirimu adalah ketiadaan, dirimu bukan sesuatu atau apa pun
Kau hanyalah tanda...kini jawablah pertanyaanku..Selama ini kau menjadi tanda kehadiran-Nya atau kehadiran Iblis, si makhluk bermata satu, yang dilaknat-Nya?

me-manusia (menjadikan diri sebagai tanda kehadiran-Nya) adalah mujahadah, perjuangan ini adalah jihad dan pilihan jalan ini adalah ijtihad.Kapan ini berakhir? Akhir jihad ini adalah ketika eksistensi pinjaman ini berakhir,ketika kita tiba di pintu perpisahan raga dan ruh, bukankah tiada yang abadi, selain wajah-Nya? Yaa ayyuhan-nafsulmuththmainnah Irji’i ilaa rabbiki raadhiyatan mardhiyah, fad khuli ‘ibaadii wad khuli jannaatii.
Dia menganugerahkan predikat sebagai syahid yang sudah total menjadi “tanda kehadiran-Nya”, wakil rububiyah-Nya.

Wahai manusia, kau dipinjami kehendak, tapi bukan untuk memiliki apapun, karena semua adalah milik-Nya, termasuk dirimu!!!

Wahai manusia, kau dipinjami kehendak, untuk memilih apakah kehadiran-mu menjadi tanda kehadiran-Nya, atau menjadi tanda kehadiran Iblis.

Perkenankan aku bertanya lagi padamu,
Ketika engkau marah, marahmu tanda marah-Nya, atau marah si mata satu?
Ketika engkau mengungkapkan cinta, itu cintamu tanda cinta-Nya atau tanda cinta si mata satu
Ketika engkau benci, bencimu itu tanda benci-Nya atau kebencian si mata satu..kebencian seumur hidupmu

Ingatlah, kau adalah wujud utuh kehadiran-Nya, puncak Maha karya –Nya
Ada mu adalah manifestasi Cinta-Nya, Kau adalah lokus sifat-sifat Nyahingga tampak dalam pandangan
Hakikat kehadiranmu ini yang membuat Iblis dan para malaikat ingin menjadi seperti dirimu
Dirimu tempat perjumpaan segala polaritas dan sifat yang bertentangan
Kenalilah dirimu? Jangan sampai kau menyesal, Wahai anak cucu Adam.....
Realitas apakah seorang anak Adam itu? Barzakh yang serba meliputi, bentuk ciptaan dan Zat yang Mahabenar ada di dalamnya; Transkipsi menyeluruh, memaklumkan Esensi Hakiki dan sifat-sifat suci-Nya; Berhubungan dengan kelembutan – kelembutan dan Ketakterbandingan, berupa realitas – realitas dalam kerajaan; Diri batiniahnya tenggelam dalam samudera Kesatuan, diri lahiriahnya kekeringan di pantai perpisahan. Tak satupun dari sifat – sifat Allah tak termanifestasikan dalam esensi-Nya.
Dia Maha Mengetahui, Maha Mendengar, dan Maha Melihat, Maha Berbicara dan Berkehendak, Maha Hidup dan Maha Kuasa. Begitu pula dengan realitas – realitas dalam kosmos, masing – masing terejawantah di dalamnya. Entah wilayah – wilayah samawi atau unsur – unsur, mineral – mineral, tumbuh –tumbuhan, atau hewan – hewan. Tertulis di dalamnya bentuk kebaikan dan kejahatan, Bercampur di dalamnya kebiasaan setan dan hewan – hewan tunggangan. Kalaulah dia bukan bukan cermin Wajah Abadi, mengapa para malaikat bersujud di hadapannya? …Dia adalah refleksi keindahan Kehadiran Suci. Jika iblis tak bisa memahami ini, apa yang menjadi masalah? Semua yang tersembunyi dalam Khazanah Tersembunyi telah Allah tampakkan dalam diri Adam.
Jika dirimu pun tak memahami hakikat dirimu, ada apa denganmu? Apakah dirimu refleksi Iblis hingga tak memahami Adam yang ada dihadapannya? Adam hanyalah makhluk, itu yang dipahami iblis, padahal Adam bukan sembarang makhluk, perintah Allah untuk bersujud pada Adam pun diabaikannya. Akhirnya, iblis tersesat, dan apakah kau mau mengikutinya terus menerus?
Muhammad, saw telah terbuka kesadarannya, dadanya telah bersih dan suci hingga tawaran-tawaran orang-orang kafir yang ingin melimpahkan kekuasaan dan harta padanya ditolak mentah-mentah. Cukuplah Dia bagiku!!! Mengapa? Karena bukan untuk itu kehadiran Muhammad,saw.
Rasulullah, saw begitu mengkhawatirkan umatnya, ummati...ummati..ummati
Apakah yang ditakutkan Rasulullah,saw ? Tiada lain Rasulullah takut  ummat nya berlomba-lomba menjadi tanda kehadiran Iblis. Pongah, sombong dengan dirinya, kekuasaannya, hartanya, ilmunya, apapun yang digenggamnya, dunianya. Tidak memahami hakikat dirinya sendiri, bahwa dirinya adalah cermin Wajah Keabadian.
...Kau lihat batu, tapi terhijab bentuk dan dimensi batu, hingga kau tidak melihat wajah-Nya
...Kau lihat air, tapi terhijab oleh bening kesegarannnya, hingga kau tak mampu memandang-Nya
...Kau lihat api, tapi kau terhijap oleh bara dan panasnya, hingga kau tak menjumpai-Nya
...Dia sangat dekat denganmu, lebih dekat dari urat lehermu sendiri

...Kau lihat rupa yang cantik dan tampan, tapi kau buta melihat Dia yang Maha Indah
...Kau puja Rajawali yang terbang mengangkasa, seraya kau hina cacing yang berkubang lumpur
...Kau bertanya, untuk apa diciptakan lalat, nyamuk, bakteri dan penyakit?
...Jika masih demikian kesadaranmu, bukankah kau sama dengan si mata satu...
...yang bertanya untuk apa Engkau menciptakan makhluk rendah dari tanah yang nanti berbuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah? Apakah keberadaanku, ketaatanku dan para malaikat belum cukup bagi-Mu? Iblis terlaknat karena terhijab dengan dirinya, kebingungan hakikat Adam dan tak memahami DIA Yang Maha Nyata...apakah kaupun sama?


Nabi telah cukup dengan Dia, ditotaknya Kekuasaan ..kenapa kau memburunya?
Nabi telah cukup dengan Dia, ditolaknya segala bentuk materi dan pundi-pundi harta...kenapa kau menumpuknya?
Nabi telah cukup dengan Dia, ditolaknya segala privelege dunia ...kenapa kau menginginkannya?
Ada apa denganmu?

Muhammad telah menjaga diri, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang...kenapa kau terlena
Muhammad berpuasa dari segala predikat dan trademark keduniaan yang fana, hanya mengharap ridha-Nya, kenapa kau memburunya?
Ada apa denganmu? Apakah kau telah masuk golongan yang melampaui batas?


Selasa, 09 Agustus 2016

Coretan Akhir Masa kecil Kakak...

Hidup hanya sementara, ...46 hari lagi insyaAllah aku berangkat ke Pondok Pesantren.

Kalau dunia ini hanya sementara,...apalagi masa kecil !!!!
Masa kecilku yang sangat indah ini....akan segera berakhir.

Sekarang ....aku beranjak remaja. Massa kecilku yang indah akan dijadikan sebagai kenangan.

Sebuah kenangan yang sangat indah untukku, sangat indah bagi adikku, sangat indah bagi abi umiku....

Ya Allah, jadikanlah aku remaja yang bermanfaat bagi agamaku, negeriku, orangtuaku, saudaraku.

By Nahlia Shafwa Azzaida ....VI 1 Juni 2016

Sabtu, 23 Juli 2016

Untuk Kakak Sayang, Lebah Kecilku.



Ahad, 18 Juli 2016 atau tepatnya 13 Syawwal 1437 H adalah hari perjalanan spiritualmu berlanjut ke dalam fase baru. Kakak tidak lagi secara langsung dan intens bersama kami, Abi dan Umi menjalani hari demi hari melewati titian kehidupan ini. Tak terasa 12 tahun sudah berlalu, rasanya baru kemarin “Lebah Kecil” Abi dan Umi lahir, dalam bumi kesadaran kami seolah langit bergemuruh ketika mendengar tangismu pertama kalinya, hati kami riuh tak karuan antara rasa syukur, gembira -- karena Allah telah mengutus “malaikat kecil”-nya untuk mengajari kami mengenal-Nya, - dan rasa khawatir apakah kami mampu mengemban amanat ini, mendampingimu “menggenggam erat” kesadaran di alam alastu dan menghempaskan fitnah dunia yang penuh kefana’an ini, ya mampukah kami mendampingimu melewati titian kehidupan ini, detik ke detik berikutnya Allah hamparkan ujian demi ujian. Keyakinan akan pertolongan Allah dalam setiap untaian do’a dan sujud yang menguatkan hati kami bahwa Allah tidak akan memberikan beban ujian kepada  hamba-Nya melebihi kemampuannya. Hanya dengan bergantung kepada-Nya kami meneguhkan tekad untuk sedapat mungkin memilihkan yang terbaik jalanmu untuk lebih mengenal-Nya. 

12 tahun kita lalui dengan canda, kesal, tangis, tawa, amarah sesaat dan larut lagi dalam senyum dan gegap keriangan. Lelah dan penat kami seharian lenyap saat kami berada di sisi kalian. Kini setelah kepergianmu dari rumah kecil kita dan bermukim di As-Salam, rasanya ada sesuatu yang hilang dalam sisi terdalam kehidupan kami, ada yang tidak lengkap. Setiap makan di luar, biasanya kita berempat, sekarang hanya bertiga. Setiap malam tetirah di rumah kita berempat, sekarang bertiga. Setiap mengingat ini, Abi mencoba sekuat mungkin untuk tidak meneteskan air mata, terlebih ketika melihat Umi kalian beruraian air mata. Hmmmmm........aaakkhhhhhhh

Kami tidak ada rasa sedih karena kakak sekarang di asrama As-Salam, kami justru gembira dan mendukung selalu, agar kakak lebih mendalami ilmu syari’at dan kearifan spiritual, lebih teguh dalam mengokohkan iman dan mendalami aktifitas ruhiyah yang menjernihkan jiwa, membeningkan hati, qalbun salim, hati yang sehat.
Kami sedih, karena 12 tahun yang sudah berlalu Abi dan Umi belum mampu menjadi ayah dan ibu yang baik bagi kalian. Rasanya, sering kalian hanya mendapat waktu sisa, energi sisa setelah seharian kami larut dalam aktifitas pekerjaan.

Lagi-lagi...rasanya baru kemarin melihat kakak belajar tengkurap, belajar mengecap makanan, belajar berjalan meski tertatih dan jatuh, belajar mengayuh sepeda hijau itu. Kami sering kehilangan kata-kata dan terkaget-kaget melihat cepatnya perkembangan kakak, usia 3.5 tahun setiap hari menenteng tas kecil itu berlagak seolah sudah bersekolah. Sesaat kemudian di usia 3.5 tahu itu pula meminta dengan ngotot untuk masuk ke TK Kecil. 

Rasanya baru kemarin, kakak begitu kecewa ketika dimarahi  dan dijewer (alm) Pak Abdul, guru TPQ mu karena menurutnya kakak terlalu lambat mengikuti proses belajar. Kakak tentunya masih ingat, kakak lagi-lagi ngotot untuk minta pindah TPQ sekali lagi. Akhirnya Umi harus memberikan pemahaman kepada (alm) Pak Abdul bahwa kakak memerlukan pendekatan berbeda, dan benar kemudian terbukti kakak mampu menjadi santri terbaik se-angkatan saat kelulusan.

Kakak sekarang adalah kakak yang sangat pengertian sekali, hatimu begitu lembut dan peka melihat ketidakadilan, peka sekali terhadap perlakuan tidak menyenangkan terlebih kasar. Saat abi dan Umi meminta tolong padamu, seketika itu tanpa protes Kakak lakukan permintaan itu. Sampai-sampai Umi bertanya, Allah membuat hatinya Kakak itu dari apa?

Kakak sekarang adalah kakak yang pemberani ketika berdiri dalam posisi benar. Itulah kenapa kami yakin bahwa kakak mampu melewati pembelajaran di Assalam dengan baik. InsyaAllah.

Kakak Sayang,
Laksana anak panah, kakak meluncurlah sejauh mungkin... menggapai cita-citamu, menggapai kesadaran sucimu menuju Allah Dzat Maha Benar, Dzat untuk bergantung harapan semua makhluk.
Abi dan Umi hanyalah Busur, ketika Allah sudah merentangkan busur itu, maka kami semestinya “melepasmu”. Allah swt yang mengarahkan kemana anak panah itu meluncur, sejauhmana  dan hingga dimana...Allah swt yang Maha Tahu. 

Adanya Kakak lahir sunatullahnya melewati Abi dan Umi, tapi Kakak bukan milik Abi dan Umi. Kami tak berhak memilikimu. Bahkan diri Abi sendiri bukan milik Abi, diri Umi sendiri bukan milik Umi. Kami milik-Nya.

Hasbunallah wani’mal wakiil ni’mal mawla wa ni’mal an-nashir.